MAKASSAR, NARASITA – Rasyid Bakri, gelandang senior PSM Makassar, telah menorehkan rekam jejak loyalitas luar biasa bersama klub berjuluk Juku Eja itu. Selama 15 tahun, ia membaktikan diri dari level junior hingga menjadi bagian penting skuad senior, simbol kesetiaan bagi Rasyid Bakri PSM Makassar.
Perjalanan Rasyid Bakri PSM Makassar dimulai sejak bergabung dengan tim junior pada tahun 2006. Dedikasinya mengantarkannya promosi ke tim senior pada tahun 2011, dan sejak saat itu, Rasyid tetap setia mengenakan seragam kebanggaan tim kebanggaan Sulawesi Selatan.
Selama satu setengah dekade ini, Rasyid Bakri PSM Makassar telah melewati berbagai fase. Ia mengalami pergantian pelatih dan pemain, menghadapi masa-masa sulit klub, dan turut merasakan manisnya dua gelar juara: Piala Indonesia 2018/2019 dan Liga 1 2022/2023.
Meski pernah didera cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang membuatnya menepi selama tujuh bulan, semangat Rasyid Bakri PSM Makassar tak pernah padam. Ia berjuang keras untuk memulihkan diri dan kembali merebut posisinya di tim inti.
Musim ini, kepercayaan dari pelatih Darije Kalezic masih diberikan kepadanya. Dalam pertandingan melawan Arema FC, Rasyid masuk pada menit ke-64 dan berhasil menyumbangkan satu assist, menunjukkan kontribusinya bagi tim Rasyid Bakri PSM Makassar.
Bagi Rasyid Bakri PSM Makassar, hubungan dengan klub ini lebih dari sekadar profesional. Ia menganggap PSM sebagai rumah, tempat ia tumbuh dan berkembang sebagai pesepak bola.
Kesetiaan Rasyid Bakri menjadi inspirasi bagi banyak pihak, membuktikan bahwa dedikasi dan cinta terhadap satu klub mampu bertahan melintasi waktu dan berbagai tantangan. PSM Makassar benar-benar menjadi satu-satunya rumah bagi gelandang berusia 30 tahun tersebut.”





