JAKARTA, NARASITA – NARASITA – Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 mengalami penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Pada Jumat, 02 Oktober 2026, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) per gramnya terkoreksi Rp5.000 menjadi Rp2.576.000, melanjutkan tren penurunan yang terjadi sehari sebelumnya.
Penurunan harga ini juga diikuti oleh harga buyback yang ikut amblas Rp5.000 menjadi Rp2.386.000 per gram. Situasi ini menarik perhatian investor dan calon pembeli emas Antam 2 Oktober 2026 di tengah dinamika pasar global.
Koreksi harga emas Antam 2 Oktober 2026 ini terjadi meskipun harga emas dunia justru menunjukkan penguatan. Pada penutupan perdagangan global, harga emas spot dunia menguat 0,61 persen mencapai sekitar US$4.179 per troy ounce. Penguatan ini dipicu oleh data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan pasar, meningkatkan probabilitas Federal Reserve mempertahankan suku bunga.
Secara keseluruhan, dalam dua hari perdagangan terakhir, harga emas Antam telah terkoreksi total Rp19.000 per gram. Namun, jika dibandingkan dengan posisi awal tahun 2026 yang berada di angka Rp2.488.000 per gram, harga emas Antam saat ini masih lebih tinggi sekitar Rp88.000 atau naik sekitar 3,5 persen sepanjang tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa tren jangka panjang emas masih relatif positif meski ada tekanan jangka pendek.
Berikut adalah daftar Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 untuk berbagai pecahan:
- 0,5 gram : Rp1.338.000
- 1 gram : Rp2.576.000
- 2 gram : Rp5.102.000
- 3 gram : Rp7.635.000
- 5 gram : Rp12.695.000
- 10 gram : Rp25.310.000
- 25 gram : Rp63.110.000
- 50 gram : Rp126.055.000
- 100 gram : Rp251.960.000
- 250 gram : Rp629.590.000
- 500 gram : Rp1.258.900.000
- 1.000 gram : Rp2.516.600.000
Penurunan harga emas Antam ini dapat menjadi peluang bagi calon investor untuk masuk ke pasar dengan harga yang lebih rendah. Namun, bagi pemilik emas yang berencana menjual, nilai buyback yang juga turun tentu akan mengurangi potensi keuntungan. Meskipun demikian, selisih antara harga beli dan buyback yang masih cukup lebar menegaskan emas sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang.





