JAKARTA, NARASITA – Harga pangan 2 Oktober 2026 menunjukkan gejolak signifikan pada sejumlah komoditas strategis. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat, cabai rawit merah masih bertengger di level tinggi Rp96.300 per kilogram, sementara cabai merah keriting melonjak hampir 20 persen dalam satu hari.

Kenaikan harga pada komoditas cabai ini berbanding terbalik dengan harga telur ayam ras yang justru mengalami penurunan. Fenomena ini menjadi indikator kuat bahwa tekanan inflasi pangan belum sepenuhnya mereda memasuki kuartal IV 2026, meskipun ada beberapa komoditas yang menunjukkan koreksi harga.

Cabai merah keriting mencatat kenaikan harian tertinggi di antara seluruh komoditas pangan yang dipantau PIHPS pada 2 Oktober 2026. Tercatat, harga cabai merah keriting mencapai Rp82.950 per kilogram, naik Rp13.700 atau sekitar 19,78% dari hari sebelumnya.

Sementara itu, cabai rawit merah tetap menjadi sorotan utama dalam daftar harga pangan 2 Oktober 2026. Harga komoditas ini bertahan di angka Rp96.300 per kilogram, mendekati level Rp100 ribu yang menunjukkan volatilitas tinggi di pasar.

Di sisi lain, konsumen dapat sedikit bernapas lega dengan penurunan harga telur ayam ras. PIHPS mencatat harga telur ayam ras berada di level Rp28.550 per kilogram, mengalami koreksi yang signifikan.

Untuk daging sapi, harga pangan 2 Oktober 2026 menunjukkan bahwa daging sapi kualitas I masih di atas Rp150 ribu per kilogram, tepatnya Rp150.200, dan daging sapi kualitas II Rp140.950 per kilogram. Meskipun ada koreksi kecil, harga tersebut masih tergolong tinggi bagi daya beli masyarakat.

Kabar baik datang dari komoditas beras, di mana harga terpantau stabil dan tidak mengalami lonjakan besar. Beras kualitas bawah I dijual Rp14.950 per kilogram, sedangkan beras super I mencapai Rp17.500 per kilogram. Stabilitas harga beras ini menjadi penahan gejolak inflasi pangan secara keseluruhan.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan September 2026 sebesar 0,30%, dengan inflasi tahunan mencapai 3,28%. Lonjakan harga cabai pada awal Oktober ini berpotensi menjadi salah satu faktor yang akan mempengaruhi perkembangan inflasi pangan pada bulan berikutnya, terutama jika tren kenaikan terus berlanjut.

Daftar Harga Pangan Strategis (2 Oktober 2026):

  • Cabai Rawit Merah : Rp96.300-Rp100.650/kg
  • Cabai Merah Keriting : Rp82.950/kg
  • Cabai Merah Besar : Rp56.100-Rp57.600/kg
  • Cabai Rawit Hijau : Rp60.100-Rp61.300/kg
  • Bawang Merah : Rp37.350-Rp38.750/kg
  • Bawang Putih : Rp37.750/kg
  • Telur Ayam Ras : Rp28.350-Rp28.550/kg
  • Daging Ayam Ras : Rp41.000-Rp43.050/kg
  • Daging Sapi Kualitas I : Rp150.200-Rp150.950/kg
  • Gula Premium : Rp20.450/kg
  • Gula Lokal : Rp19.200/kg
  • Minyak Goreng Curah : Rp20.250/liter

Data harga pangan 2 Oktober 2026 dari PIHPS Nasional ini menyoroti bahwa kelompok cabai menjadi pemicu utama gejolak harga nasional. Namun, stabilnya harga beras dan koreksi pada telur ayam serta daging sapi membantu menjaga inflasi pangan tetap terkendali. Pemerintah dan masyarakat perlu mewaspadai apabila tren kenaikan cabai berlanjut, karena berpotensi meningkatkan risiko inflasi bahan makanan pada Oktober 2026.