PALU, NARASITA – Tokoh pemuda Inpres Amat Banjir memutuskan hengkang dari Partai Persatuan Pembangunan dan resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa untuk memperkuat struktur kepengurusan di daerah ini. Kehadiran Amat Banjir ditandai dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kota Palu periode 2026 sampai 2031 yang berlangsung di Kota Palu pada Rabu (28/10).
Dalam kepengurusan baru di bawah pimpinan H. Nanang, Amat Banjir dipercaya untuk mengemban posisi sebagai Wakil Sekretaris. Keputusan politis tersebut didasari oleh sejumlah pertimbangan matang mulai dari kesamaan ideologi politik hingga latar belakang lingkungan Nahdlatul Ulama yang melekat pada dirinya.
Sebelum menjatuhkan pilihan pada partai ini, Amat Banjir mengaku sempat mendapat ajakan dari tiga partai politik berbeda. Namun, dorongan kuat dari dalam diri serta kedekatan emosional membuatnya memilih mendaftarkan diri secara mandiri sebagai kader partai.
“Hal pertama, saya lahir dan besar di lingkungan NU. Setelah masuk dalam jajaran pengurus, saya mencoba beradaptasi dan alhamdulillah di PKB tidak ada sekat antara senior dan junior. Di partai ini sangat terasa rasa persaudaraannya,” kata Amat Banjir saat ditemui di lokasi pelantikan.
Selain faktor ideologi, ia juga memuji gaya kepemimpinan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Kota Palu yang dinilai sangat terbuka, santai, dan tidak kaku. Suasana kekeluargaan tersebut membuat Amat Banjir semakin mantap untuk mendedikasikan diri dalam kerja organisasi.
“Apalagi Pak Ketua H. Nanang, orangnya humble, santai, tidak kaku dan humoris. Suasana selalu hidup bersama beliau,” ujar Ahmad Banjir menambahkan.
Pada pemilihan legislatif sebelumnya, Amat Banjir sempat mencatatkan perolehan suara yang signifikan sebagai calon legislatif sebelum akhirnya mengambil langkah politik baru. Pengalaman tersebut kini menjadi modal penting baginya untuk mengemban amanah baru sebagai pengurus partai.
Terkait peluang pencalonan pada pemilihan umum mendatang, Amat Banjir menegaskan sikapnya untuk selalu tegak lurus mengikuti mekanisme internal organisasi. Ia siap menjalankan penugasan apa pun dari pimpinan demi kemajuan partai di tingkat lokal.
“Kita sebagai kader harus sami’na wa atha’na terhadap pimpinan dan keputusan organisasi. Jika dipercaya, saya siap berkontribusi suara untuk PKB,” ucap Amat Banjir.
Melalui posisi barunya, Amat Banjir berharap seluruh jajaran pengurus dapat memperkuat konsolidasi internal serta memperluas kerja nyata di tengah masyarakat. Komunikasi yang berkelanjutan dinilai sebagai kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap partai.







