JAKARTA, NARASITA – Dokter gigi mengungkap lima kebiasaan sehari-hari yang ternyata berpotensi merusak kesehatan gigi secara signifikan. Kebiasaan merusak gigi ini seringkali tidak disadari, bahkan dianggap lumrah oleh sebagian orang. Salah satu pemicu utama kerusakan gigi yang disoroti adalah penggunaan rokok elektrik atau vape, selain kebiasaan buruk lainnya.

Drg. Putri Karina dari Klinik Gigi OMDC mengungkapkan bahwa kebiasaan merusak gigi bukan hanya sebatas konsumsi makanan manis, melainkan juga perilaku sehari-hari yang dapat mengikis enamel gigi, menyebabkan karies, hingga masalah gusi. Pemahaman mengenai kebiasaan merusak gigi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan mulut jangka panjang.

“Beberapa kebiasaan merusak gigi ini sangat sering dilakukan, tetapi masyarakat belum banyak yang menyadari dampaknya. Padahal, akibatnya bisa fatal untuk kesehatan gigi dan mulut,” kata Drg. Putri Karina.

Pertama, menghisap rokok elektrik atau vape menjadi salah satu kebiasaan merusak gigi yang serius. Meskipun dianggap alternatif rokok konvensional, cairan vape mengandung nikotin dan bahan kimia lain yang dapat menyebabkan mulut kering. Kondisi mulut kering mengurangi produksi air liur yang berfungsi membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam, sehingga meningkatkan risiko gigi berlubang dan penyakit gusi.

Kedua, mengunyah es batu secara teratur juga termasuk kebiasaan merusak gigi. Tekstur es batu yang keras dapat menyebabkan retakan kecil pada enamel gigi. Seiring waktu, retakan ini bisa membesar dan memicu keretakan gigi atau gigi patah. Ini adalah kebiasaan merusak gigi yang sering dianggap sepele namun berdampak besar.

Ketiga, sering mengonsumsi minuman bersoda dan asam juga merupakan kebiasaan merusak gigi yang patut diwaspadai. Kandungan asam pada minuman tersebut dapat mengikis lapisan email gigi, menjadikannya lebih rentan terhadap karies dan sensitivitas. Penting untuk mengurangi frekuensi konsumsi minuman ini.

Keempat, melewatkan waktu menyikat gigi, terutama sebelum tidur, adalah kebiasaan merusak gigi yang fundamental. Saat tidur, produksi air liur berkurang drastis, sehingga sisa makanan dan bakteri lebih mudah menempel dan memicu pembentukan plak serta asam yang merusak gigi. Idealnya, sikat gigi dilakukan minimal dua kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur.

Terakhir, Drg. Putri Karina juga menyoroti penggunaan tusuk gigi secara berlebihan dan tidak tepat sebagai kebiasaan merusak gigi. Tusuk gigi yang tidak steril atau digunakan terlalu agresif dapat melukai gusi, menyebabkan iritasi, hingga infeksi. Bahkan, bisa merusak celah antargigi dan membuat gigi renggang. Sebagai alternatif, disarankan menggunakan benang gigi atau dental floss yang lebih aman dan efektif. Informasi lebih lanjut mengenai kesehatan gigi bisa diakses melalui Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).