PALU, NARASITA – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bersama Polresta Palu menggelar prarekonstruksi bentrokan Nunu untuk menelusuri rangkaian peristiwa yang terjadi pada Rabu sore lalu.
Penyidik memfokuskan kegiatan tersebut untuk mengidentifikasi lokasi yang diduga menjadi titik penembakan dalam bentrokan Nunu hingga menyebabkan satu warga meninggal dunia.
Dalam kegiatan di lapangan, aparat gabungan mencocokkan sejumlah titik lokasi kejadian berdasarkan keterangan saksi untuk mengetahui kronologi bentrokan Nunu secara lebih jelas.
Polisi masih mengacu pada keterangan para saksi yang telah diperiksa, termasuk saksi korban dalam kasus bentrokan Nunu.
Hingga saat ini, sedikitnya sebelas orang telah dimintai keterangan oleh penyidik terkait bentrokan Nunu.
Empat dari sebelas orang tersebut merupakan korban yang masih menjalani perawatan medis akibat luka-luka dalam bentrokan Nunu.
Prarekonstruksi dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Suryono bersama Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena.
“Penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh peristiwa bentrokan,” kata Suryono, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah.
Polisi berencana menggelar prarekonstruksi lanjutan guna memastikan titik pasti lokasi korban terkena tembakan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam insiden bentrokan Nunu.
Sebelumnya, bentrokan antara warga Kelurahan Nunu dan warga Jalan Anoa terjadi pada Rabu sore hingga petang.
Satu orang warga meninggal dunia setelah terkena tembakan senapan angin dalam insiden tersebut, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Hingga kini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap secara terang peristiwa bentrokan Nunu yang kembali memicu ketegangan antarwarga di Kota Palu.








