LONDON, NARASITA – Gelandang andalan Arsenal, Declan Rice mundur dari skuad Tim Nasional Inggris untuk jadwal pertandingan internasional pada September-Oktober 2026. Keputusan ini diambil karena masalah kebugaran dan cedera ringan yang dialami Rice, menjadikannya salah satu dari lima pemain yang harus absen dari panggilan Thomas Tuchel.

Pengunduran diri Declan Rice mundur ini dikonfirmasi setelah ia bermain penuh dalam kekalahan Arsenal 0-3 dari Brighton, sebuah pertandingan yang mungkin memperparah kondisi kebugarannya. Musim lalu, Rice mencatat 69 penampilan untuk klub dan negaranya, termasuk partisipasi di Piala Dunia, menunjukkan beban fisik yang sangat tinggi.

Selain Declan Rice mundur, empat pemain lain juga harus menarik diri dari skuad. Mereka adalah Cole Palmer, Marcus Rashford, Kobbie Mainoo, dan Tino Livramento. Situasi ini memaksa pelatih Thomas Tuchel untuk memanggil pengganti, yakni James Garner dari Everton dan Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest.

Bagi Timnas Inggris, absennya Declan Rice mundur tentu menjadi pukulan karena kehilangan salah satu gelandang inti yang berpengalaman. Namun, ini juga membuka kesempatan bagi pemain muda seperti Gibbs-White dan Garner untuk menunjukkan kemampuan mereka di level internasional dalam laga melawan Spanyol, Ceko, dan Kroasia.

Di sisi lain, bagi klubnya, Arsenal, situasi Declan Rice mundur ini justru membawa manfaat praktis. Rice akan mendapatkan waktu istirahat sekitar tiga minggu sebelum jadwal pertandingan kontra Leeds pada 10 Oktober. Istirahat ini sangat penting untuk pemulihan dan manajemen beban setelah musim panjang.

“Declan Rice telah menarik diri dari skuad Inggris Thomas Tuchel untuk pertandingan Nations League selama tiga minggu ke depan,” demikian pernyataan dari Now.Arsenal.

Keputusan Declan Rice mundur menunjukkan prioritas pada kebugaran jangka panjang, sebuah sikap realistis mengingat kalender padat yang dihadapi para pemain sepak bola profesional. Ini membantu mengurangi risiko cedera yang lebih serius di masa mendatang bagi Rice.

Situasi ini menegaskan pentingnya manajemen beban setelah musim panjang. Absennya lima pemain inti membuat Thomas Tuchel harus meramu ulang strategi di Nations League. Sementara itu, Arsenal mendapat keuntungan dengan istirahat ekstra bagi gelandang andalannya.