JAKARTA, NARASITA – Federico Dimarco kembali menjadi sorotan setelah kelemahannya menghadapi winger cepat terekspos dalam pertandingan Inter Milan melawan AS Roma. Situasi ini terjadi ketika Gian Piero Gasperini menempatkan Wesley França di sisi kanan untuk memberikan tekanan langsung pada Federico Dimarco, memaksa pelatih Cristian Chivu menarik sang bek kiri lebih awal dari lapangan.

Peristiwa ini menegaskan bahwa kecepatan lawan masih menjadi titik rawan bagi pemain yang digadang-gadang sebagai MVP Serie A 2025/26 tersebut. Kelemahan Dimarco Winger Cepat ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi Inter Milan untuk menjaga keseimbangan tim.

Federico Dimarco memang memiliki kontribusi ofensif yang luar biasa bagi Inter Milan. Ia dikenal dengan kaki kiri akuratnya untuk umpan silang dan bola mati. Musim lalu, Dimarco mencatatkan 34 penampilan, dengan torehan 5 gol dan 7 assist, menunjukkan betapa vital perannya dalam skema serangan Nerazzurri. Namun, kelemahan Dimarco Winger Cepat selalu menjadi celah yang bisa dieksploitasi lawan.

Titik lemah Dimarco terlihat jelas ketika ia kesulitan menghadapi winger dengan akselerasi tinggi. Ia sering kali meninggalkan ruang di belakang ketika terlalu maju membantu serangan, sehingga lawan dapat mengeksploitasi jarak dan timing bertahannya. Kasus pertandingan melawan Roma menjadi bukti nyata, di mana Gasperini secara spesifik menginstruksikan Wesley França untuk terus menekan Dimarco.

Tekanan yang diberikan Wesley França secara signifikan membatasi pergerakan dan kontribusi Dimarco, hingga akhirnya Cristian Chivu memutuskan untuk menariknya keluar lapangan lebih awal. Ketika Dimarco kesulitan memberikan pengaruh, Inter Milan kehilangan salah satu jalur kreatif utamanya di sisi kiri.

“Ketika Dimarco kesulitan memberikan pengaruh, Inter kehilangan salah satu jalur kreatif utamanya. Jika lawan mengetahui bahwa sektor Dimarco dapat ditekan melalui pemain cepat, maka Chivu membutuhkan solusi agar tim tidak kehilangan keseimbangan,” tulis Interfc.id dalam analisisnya.

Dampak dari kelemahan Dimarco Winger Cepat ini bagi Inter Milan cukup signifikan. Tim kehilangan variasi serangan dan keseimbangan, terutama saat menghadapi tim-tim yang memiliki kecepatan di sisi sayap. Dalam kompetisi seperti Liga Champions, tantangan akan jauh lebih berat karena Dimarco akan berhadapan dengan winger-winger elite Eropa, seperti yang mungkin akan terjadi jika bertemu Arsenal.

Untuk mengatasi masalah Dimarco Winger Cepat ini, beberapa solusi potensial dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu adanya koordinasi yang lebih baik dengan bek tengah dalam sistem tiga bek agar ada cover yang memadai. Kedua, Dimarco perlu meningkatkan konsentrasi dan kemampuan duel defensifnya tanpa mengurangi agresivitas menyerangnya.

Terakhir, Chivu harus menyiapkan cover tambahan atau bahkan opsi taktik lain untuk mengantisipasi eksploitasi lawan terhadap sisi kiri Inter Milan. Dengan demikian, Dimarco tetap bisa berkontribusi ofensif sembari mengurangi risiko pertahanan yang muncul dari kelemahan Dimarco Winger Cepat.