TURIN, NARASITA – Gelandang asal Brasil, Douglas Luiz, kembali menjadi sorotan setelah penampilan kurang memuaskan saat membela Juventus menghadapi Atalanta di ajang Serie A, September 2026 lalu. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Allianz, Turin, Douglas Luiz hanya mendapatkan rating 5,5 dari media-media Italia karena dianggap belum mampu bermain dengan tempo cepat yang diinginkan pelatih Luciano Spalletti.
Kritik utama terhadap Douglas Luiz bukan terletak pada kualitas teknis atau visi permainannya, melainkan pada kecepatan transisi bola. Juventus menghendaki permainan dengan tekanan tinggi dan serangan balik eksplosif, di mana setiap detik sangat berharga. Namun, Douglas Luiz dinilai masih terlalu lambat dalam mengalirkan bola, menghambat alur serangan cepat tim.
Massimo Pavan, seorang pengamat sepak bola, menyoroti potensi besar yang dimiliki Douglas Luiz. Namun, ia menekankan perlunya perubahan signifikan dalam tempo permainan sang gelandang. Ini bukan hanya tentang berlari lebih banyak, melainkan bagaimana membuat bola bergerak lebih cepat dari kaki ke kaki.
“Douglas Luiz harus belajar untuk mempercepat permainannya. Tidak harus dengan berlari lebih banyak, melainkan dengan membuat bola bergerak lebih cepat,” kata Massimo Pavan.
Dalam laga tersebut, Douglas Luiz mencatatkan akurasi umpan sebesar 88%, melakukan 2 intersepsi, dan 4 umpan progresif. Meski statistik ini menunjukkan kontribusi, konteks taktis Juventus yang ingin bermain dengan pressing tinggi dan serangan balik cepat menuntut lebih dari sekadar akurasi.
Bagi Juventus, kehadiran gelandang yang mampu menggerakkan bola dengan cepat sangat vital untuk mendukung filosofi serangan balik. Sementara itu, bagi Douglas Luiz, ini menjadi tantangan besar untuk mengubah gaya bermainnya agar lebih dinamis dan sesuai dengan sistem taktis yang diterapkan Spalletti. Pelatih Luciano Spalletti sendiri diuji kemampuannya dalam memoles pemain agar dapat beradaptasi dengan sistem yang ia inginkan.





