JAKARTA, NARASITA – Harga emas Antam 21 September 2026 tercatat stagnan di angka Rp2.638.000 per gram. Angka ini dilaporkan berdasarkan pembaruan resmi dari Logam Mulia pada Senin, 21 September 2026, pukul 05.25 WIB, dan juga berlaku di berbagai distributor seperti Pegadaian serta platform perdagangan emas daring.

Harga pembelian kembali atau buyback emas batangan Antam juga tidak mengalami perubahan signifikan, bertahan di level Rp2.473.000 per gram. Stabilitas harga emas Antam 21 September ini dipengaruhi oleh fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar AS dan tren harga emas global yang masih mencari arah baru di pasar internasional.

Perlu dicatat, terdapat sedikit perbedaan harga di beberapa platform. Misalnya, harga emas Antam di Pegadaian terpantau lebih tinggi, yakni Rp2.678.000 per gram. Sementara itu, platform LogamSpot mencatat harga Rp2.698.000 per gram dengan harga buyback yang juga lebih tinggi, mencapai Rp2.747.000.

Analis pasar emas mencermati bahwa meskipun harga emas Antam 21 September stagnan, ada potensi pergerakan dalam jangka pendek. Level support saat ini berada di kisaran Rp2.590.000 hingga Rp2.620.000 per gram. Sedangkan level resistance yang perlu diperhatikan investor berada di rentang Rp2.650.000 hingga Rp2.820.000 per gram.

Faktor eksternal seperti kurs rupiah yang berada di Rp17.812 per dolar AS menjadi penentu utama pergerakan harga emas domestik. Jika rupiah melemah, harga emas cenderung naik. Sebaliknya, jika rupiah menguat, harga emas dapat terkoreksi.

Bagi para investor, penting juga untuk memperhatikan regulasi pajak. Pembelian emas dikenakan PPh 22 sebesar 0,9% bagi yang memiliki NPWP atau 0,25% dengan NPWP. Untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (dengan NPWP) atau 3% (tanpa NPWP).

“Harga emas Antam yang stabil ini menunjukkan pasar sedang menunggu katalis baru, baik dari pergerakan global maupun kebijakan moneter domestik,” kata seorang analis pasar komoditas. “Investor disarankan untuk memantau level resistance Rp2.650.000 sebagai indikasi awal penguatan jangka pendek.”