MADRID, NARASITA – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyatakan dirinya tetap merasa Chivu bangga Inter kalah 1-2 dari Real Madrid dalam laga Liga Champions yang digelar di Stadion Santiago Bernabéu, Selasa (08/09/2026). Kekalahan ini, menurut Chivu, tidak mengurangi kebanggaannya terhadap semangat dan keberanian yang ditunjukkan oleh anak asuhnya sepanjang pertandingan.
Pertandingan sengit tersebut berakhir dengan kemenangan Real Madrid, namun Chivu justru memuji mentalitas timnya. Ia menyoroti bagaimana timnya mampu menunjukkan karakter kuat dan kepribadian yang jelas, meskipun harus mengakui keunggulan lawan di markas mereka. Hal ini membuat Chivu bangga Inter kalah, karena melihat perjuangan para pemainnya.
Gol Inter Milan dicetak oleh Carlos Augusto. Sementara itu, gol-gol Real Madrid tercipta dari kesalahan transisi pemain Inter dan blunder kiper Josep Martinez. Namun, Chivu memilih fokus pada respons positif timnya setelah insiden tersebut.
“Saya sama sekali tidak marah. Saya justru senang dengan tim saya, dengan keberanian, kepribadian, dan bagaimana mereka mampu melewati situasi sulit,” kata Cristian Chivu, mengungkapkan mengapa Chivu bangga Inter kalah. Ia menambahkan bahwa kesalahan adalah bagian tak terpisahkan dari permainan.
Chivu juga memberikan pujian khusus kepada Josep Martinez, kiper Inter yang sempat melakukan blunder fatal namun kemudian bangkit dengan sejumlah penyelamatan penting. “Pepo menunjukkan reaksi seperti kiper di level yang berbeda. Dia tetap fokus dan melakukan penyelamatan penting,” puji Chivu.
Selain itu, penampilan Carlos Augusto yang mencetak gol dan agresivitas Andy Diouf yang berani duel satu lawan satu dengan bek top dunia, juga tidak luput dari apresiasi Chivu. Momen ini memperkuat alasan Chivu bangga Inter kalah.
Pertandingan tersebut juga menjadi ajang reuni emosional antara Chivu dan mantan mentornya, José Mourinho, yang kini melatih Real Madrid. Chivu mengungkapkan rasa sayangnya kepada Mourinho, yang disebutnya telah memberikan kepercayaan besar padanya di masa-masa sulit dalam karier sepak bolanya.
Bagi Chivu, laga di Bernabéu bukan hanya sekadar kekalahan, tetapi juga fondasi penting untuk perjalanan Inter di Liga Champions musim ini. Keberanian dan kepribadian yang ditunjukkan tim, meskipun Chivu bangga Inter kalah, akan menjadi modal besar untuk menghadapi tantangan di pertandingan-pertandingan berikutnya.





