[JAKARTA], NARASITA – Harga pangan strategis nasional mengalami lonjakan signifikan per Senin (31/08) menurut data resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia. Komoditas seperti cabai merah keriting mencatat kenaikan ekstrem hingga Rp110.000/kg atau naik 113,18% dibanding periode sebelumnya.

Data PIHPS menunjukkan mayoritas komoditas pangan mengalami kenaikan harga menjelang akhir Agustus 2026. Beras kualitas bawah I naik 14,48% menjadi Rp17.000/kg, sementara daging sapi kualitas I melonjak 31,84% ke level Rp200.000/kg.

“Lonjakan harga komoditas hortikultura cukup mengkhawatirkan, terutama cabai dan bawang merah,” kata Erwin Kadarsyah, Kepala Divisi PIHPS Bank Indonesia. “Distribusi terganggu dan permintaan tinggi menjadi faktor utama.”

Protein hewani juga mencatat kenaikan signifikan dengan daging ayam ras segar naik 18,34% (Rp50.000/kg) dan telur ayam naik 28,21% (Rp37.500/kg). Sementara itu, minyak goreng curah justru turun 2,2% menjadi Rp20.000/kg.

Analis memprediksi tekanan harga pangan ini akan berdampak pada inflasi bulan Agustus. Khususnya komoditas dengan kenaikan di atas 30% seperti cabai merah keriting (113%), daging sapi kualitas II (40,2%), dan minyak goreng kemasan bermerek I (31,69%).