JAKARTA, NARASITA – Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Prof. Reda Manthovani, meminta jajaran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memperkuat soliditas. Permintaan ini disampaikan pada Sabtu (3/10/2026) di Jakarta, dengan fokus pada peningkatan koordinasi, tanggung jawab organisasi, serta pengawalan terhadap tata kelola desa dan program pembangunan.
Sebagai Ketua Dewan Pengawas DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), Prof. Reda menekankan pentingnya pengurus di tingkat cabang untuk membangun kekompakan. Soliditas ini krusial agar keberadaan Satlinmas dan unsur kelembagaan desa dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk dalam pengawasan tata kelola desa.
Pesan ini sebelumnya juga disampaikan Prof. Reda dalam rangkaian kegiatan Kemah Bhakti Satya Linmas serta pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aslinmas dan DPC Abpednas di Provinsi Lampung pada Kamis (24/9/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan agar pengurus yang baru dikukuhkan tidak hanya menjalankan tanggung jawab administratif, melainkan juga peran organisasi secara nyata.
Prof. Reda secara khusus menyoroti peran Abpednas dalam mengawal tata kelola desa. Menurutnya, kekompakan organisasi sangat diperlukan agar fungsi pengawasan dan pendampingan di tingkat desa dapat berjalan optimal, mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bertanggung jawab, khususnya dalam pengelolaan keuangan desa.
“Untuk bisa solid dalam mengurus masalah-masalah di lingkungannya. Karena mereka kan sudah jadi pengurus DPC, berarti bertanggung jawab di lingkungannya masing-masing,” kata Prof. Reda Manthovani.
“Abpednas juga sama. Jadi mereka ini supaya solid untuk bisa menjaga tata kelola keuangan desa dan program-program yang ada di desa,” tambahnya.
Selain fokus pada soliditas dan tata kelola desa, Prof. Reda juga mengungkapkan bahwa program jangka pendek terkait pengelolaan sampah tengah disiapkan. Ia menyebut, dukungan berupa kendaraan telah disiapkan untuk menunjang program ini, demi meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Abpednas, Aditya Yusma, menyoroti pentingnya semangat patriotisme anggota Linmas dan masalah kesejahteraan mereka. Aditya mendesak pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan insentif Satlinmas yang besarnya masih bervariasi di berbagai wilayah, bahkan ada yang belum menerima.
“Yang pertama Linmas harus tetap berjiwa patriot. Makanya Aslinmas itu Patriot Pelindung Masyarakat,” kata Aditya Yusma.
Aditya menambahkan bahwa Aslinmas dan Abpednas memiliki peran strategis karena bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Ada dua agenda utama yang menjadi perhatian, yaitu gerakan pemilahan sampah untuk mendukung program “Indonesia Asri” Presiden Prabowo Subianto, serta penguatan pembangunan dari tingkat desa sesuai Asta Cita keenam Presiden Prabowo.
“Harapan kami hadir ke provinsi, kota, kabupaten itu agar pemerintah kota, kabupaten, provinsi sadar dan peduli memperhatikan nasib para Satlinmas ini, pejuang, patriot pelindung masyarakat,” ujar Aditya.
Melalui penguatan soliditas antara Satlinmas, Aslinmas, dan Abpednas, sinergi antarlembaga diharapkan semakin berkembang dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Perhatian terhadap tata kelola desa, pengelolaan sampah, dan kesejahteraan anggota Linmas menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, serta mendukung pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa.





