TURIN, NARASITA – Juventus diterpa krisis lini tengah Juventus yang serius menjelang fase grup Liga Europa September 2026 ini. Dua gelandang utama, kapten Manuel Locatelli dan Khephren Thuram, dipastikan absen hingga tahun 2027, memaksa pelatih Luciano Spalletti harus memutar otak mencari solusi darurat.

Kondisi ini menciptakan tantangan besar bagi Spalletti untuk mempertahankan filosofi permainan intensitas tinggi dengan ketersediaan pemain yang sangat terbatas. Krisis lini tengah Juventus ini membuat manajemen klub harus mempertimbangkan opsi untuk mengatasi kelangkaan personel.

Khephren Thuram, gelandang berusia 25 tahun, telah dipastikan absen panjang hingga 2027 dan bahkan tidak terdaftar dalam skuad Serie A musim ini. Tak lama berselang, kabar buruk kembali datang setelah Manuel Locatelli (28 tahun), sang kapten tim, juga harus menjalani operasi dan diperkirakan menepi hingga tahun depan.

Absennya kedua pemain ini membuat Juventus berada dalam posisi sulit, terutama dengan jadwal padat Serie A dan Liga Europa yang menanti. Krisis lini tengah Juventus ini menuntut strategi adaptif dari Luciano Spalletti.

Regulasi UEFA dan FIGC memungkinkan perekrutan pemain dengan status ‘ATP’ (Ancillary Transfer Player) sebagai pengganti pemain yang cedera lebih dari 60 hari. Namun, opsi ini terbatas pada pemain lulusan akademi di Italia atau dari tim ‘Next Gen’ mereka. Situasi ini membuka peluang bagi pemain muda seperti Alessandro Melegoni dan Joseph Owusu untuk unjuk gigi.

Ujian berat menanti Spalletti dalam mengelola timnya di tengah krisis lini tengah Juventus ini. Keputusannya dalam mencari solusi pengganti akan sangat menentukan performa Bianconeri di kancah domestik maupun Eropa.

“Kami harus menghadapi kenyataan, dua gelandang utama absen hingga 2027. Liga Europa semakin dekat, dan jumlah pemain tengah kami sangat terbatas,” kata Marco Conterio, mengomentari situasi sulit Juventus saat ini.