PALU, NARASITA – Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melakukan operasi SAR untuk evakuasi medis nahkoda MV SM Lumina yang mengalami kondisi depresi di Perairan Banggai Laut, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat, 02 Oktober 2026. Nahkoda bernama Park Jong Ik, berkebangsaan asing, memerlukan penanganan medis segera saat kapal berlayar dari China menuju Molawe, Kendari.

Informasi mengenai kondisi darurat nahkoda ini diterima Kantor SAR Palu dari Ibu Irma, agen kapal, pada Jumat, 02 Oktober 2026, pukul 09.17 WITA. Nahkoda MV SM Lumina, Park Jong Ik (L/63 tahun), dilaporkan menderita depresi serius, sehingga membutuhkan evakuasi medis secepatnya dari perairan tersebut. Perairan Banggai Laut menjadi lokasi kejadian, dengan estimasi waktu tempuh menuju titik intercept sekitar lima jam dari Pos SAR Luwuk.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Luwuk segera bergerak pada pukul 09.35 WITA. Tim tersebut bersama ABK KN SAR Bhisma melaju menuju lokasi menggunakan KN SAR Bhisma. Diperkirakan tim akan tiba di lokasi sekitar pukul 14.35 WITA untuk melakukan evakuasi medis nahkoda tersebut.

Dalam operasi evakuasi medis nahkoda ini, berbagai unsur SAR turut dilibatkan. Unsur-unsur yang terlibat meliputi Tim Rescue Pos SAR Luwuk, ABK KN SAR Bhisma, KPLP Luwuk, KKP Luwuk, Imigrasi Luwuk, Pos AL Luwuk, Syahbandar, dan Polairud. Mereka berkoordinasi untuk memastikan kelancaran dan keselamatan proses evakuasi. Hanya satu korban yang teridentifikasi dalam kejadian ini, yaitu Park Jong Ik, nahkoda MV SM Lumina.

Peralatan utama yang digunakan dalam operasi ini adalah KN SAR Bhisma, yang merupakan kapal pencarian dan pertolongan. Selain itu, digunakan pula Rescue Car, peralatan navigasi, peralatan water rescue, peralatan komunikasi, palsar medis, dan palsar evakuasi. Semua peralatan ini mendukung upaya evakuasi medis nahkoda secara efektif dan efisien.

“Operasi SAR terhadap nahkoda MV SM Lumina yang mengalami kondisi depresi dan membutuhkan evakuasi medis di Perairan Banggai Laut sedang berlangsung,” kata Muh. Rizal, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu akan terus memantau dan melaporkan perkembangan operasi SAR ini. Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara berkala kepada publik dan pihak terkait.