AMPANA, NARASITA – Seorang nelayan berusia 65 tahun dilaporkan hilang kontak di perairan Kulingkinari, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu segera menerjunkan Tim SAR Ampana untuk melakukan pencarian terhadap korban yang diketahui bernama Mpalang Lahaling.

Informasi mengenai insiden nelayan hilang kontak ini diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dari Salim Van Gobel, Sekretaris Desa Kabalutan, pada 02 Oktober 2026 pukul 06.32 WITA.

Kronologi kejadian bermula pada Rabu, 30 September 2026, sekitar pukul 09.00 WITA, Mpalang Lahaling berangkat dari Bunta menuju Pulau Kabalutan. Dalam perjalanannya, sekitar pukul 20.00 WITA, korban terbawa arus hingga tiba di Desa Kulingkinari, Kecamatan Batudaka.

Masyarakat desa setempat sempat memberikan bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada Mpalang Lahaling agar dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Kabalutan. Namun, hingga Kamis, 01 Oktober 2026, pukul 21.00 WITA, korban belum juga tiba di lokasi tujuan.

Kejadian nelayan hilang kontak ini kemudian dilaporkan kepada Unit Siaga SAR (USS) Ampana untuk mendapatkan bantuan pencarian dan pertolongan. Merespons laporan tersebut, pada Jumat, 02 Oktober 2026, pukul 06.50 WITA, Tim Rescue USS Ampana langsung bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) beserta peralatan pendukung lainnya.

Estimasi waktu tiba Tim SAR di lokasi kejadian diperkirakan pada pukul 07.20 WITA. Unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian nelayan hilang kontak ini meliputi Tim Rescue USS Ampana, Pos Polairud, BPBD Ampana, Damkar Ampana, RAPI Ampana, Aparat Desa, dan masyarakat setempat. Berbagai alat utama yang digunakan antara lain RIB, Rescue Car, peralatan water rescue, peralatan navigasi, komunikasi, palsar medis, dan palsar evakuasi.

“Operasi SAR kecelakaan kapal terhadap satu orang nelayan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Kulingkinari, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah sedang kami lakukan,” kata Muh. Rizal, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

Perkembangan lebih lanjut mengenai operasi pencarian nelayan hilang kontak ini akan dilaporkan secara berkala oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.