SULTENG, NARASITA — Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sulawesi Tengah pada September 2026 tercatat sebesar 108,40. Angka tersebut meningkat 4,04 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan NTP tersebut sejalan dengan meningkatnya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 5,23 persen. Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) juga mengalami kenaikan, tetapi lebih rendah, yakni sebesar 1,14 persen.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Daryanto, melalui akun resminya BPS Sulteng.
Secara subsektor, NTP tertinggi pada September 2026 tercatat pada subsektor hortikultura dengan nilai 157,30.
Sementara itu, NTP terendah berada pada subsektor tanaman pangan dengan nilai 90,16.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sulawesi Tengah pada September 2026 juga mengalami peningkatan. NTUP tercatat sebesar 112,76 atau meningkat 4,74 persen dibandingkan periode sebelumnya.
NTUP merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat kemampuan usaha rumah tangga pertanian dalam memenuhi biaya produksi dan kebutuhan usaha pertaniannya.
Pada tingkat nasional, perkembangan NTP juga menunjukkan peningkatan. NTP Indonesia pada September 2026 naik sebesar 1,49 persen, sedangkan NTUP meningkat 1,76 persen.
Nilai NTP nasional pada September 2026 tercatat sebesar 131,11. Adapun NTUP nasional berada pada angka 135,68.
Dengan demikian, kenaikan NTP Sulawesi Tengah pada September 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan kenaikan NTP secara nasional pada periode yang sama.





