REUTERS, NARASITA – Kiper Juventus, Guglielmo Vicario, mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah timnya menelan kekalahan dramatis dari Sassuolo dalam laga lanjutan Serie A pertengahan September 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Mapei, markas Sassuolo, berakhir pahit bagi Si Nyonya Tua setelah gol penentu di menit akhir.

Vicario kecewa Juventus kalah karena dianggap terlalu gegabah dan gagal menjaga keseimbangan saat momentum mulai berpihak. Kekalahan ini menambah sorotan terhadap performa Juventus yang belum stabil.

Juventus harus mengakui keunggulan Sassuolo dengan cara yang menyakitkan. Kecerobohan di lini belakang menjadi salah satu penyebab utama kekalahan tersebut, seperti yang diutarakan Vicario.

Komentar Vicario ini mencerminkan frustrasi yang dirasakan oleh para pemain. Tim seharusnya mampu mempertahankan keunggulan atau setidaknya hasil imbang, namun justru kebobolan di menit-menit krusial.

“Tentu ada kekecewaan besar. Kami terlalu gegabah. Juventus tidak boleh kebobolan dengan cara seperti itu,” kata Guglielmo Vicario, dilansir dari laporan pascapertandingan.

Kiper yang baru bergabung dengan Juventus ini menambahkan bahwa tim harusnya lebih tenang. “Ketika pertandingan mulai menguntungkan kami, kami harus lebih seimbang dan lebih tenang,” tambah Vicario.

Kekalahan ini semakin menambah tekanan pada pelatih Luciano Spalletti. Strategi yang diterapkan Spalletti kembali menjadi perbincangan setelah pertahanan Juventus kembali rapuh di menit-menit akhir pertandingan. Sementara itu, kemenangan dramatis ini tentu meningkatkan moral tim Sassuolo yang berhasil memanfaatkan setiap kelengahan lawan.