PALU, NARASITA — Sebanyak 23.569 mahasiswa telah menerima bantuan biaya pendidikan melalui Program Berani Cerdas yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Program tersebut merupakan salah satu program prioritas Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido di bidang pendidikan.

Pada 2025, bantuan biaya kuliah diberikan kepada 23.569 mahasiswa dengan anggaran lebih dari Rp84 miliar.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kemudian memperluas cakupan program pada 2026. Bantuan tidak hanya menyasar mahasiswa jenjang sarjana (S1), tetapi juga mencakup S2, S3, dokter spesialis, serta bantuan penyelesaian studi.

Penerima bantuan tersebar di sejumlah perguruan tinggi di dalam maupun luar Sulawesi Tengah.

Di Universitas Tadulako (Untad), misalnya, terdapat 10.768 mahasiswa berdasarkan hasil validasi yang diserahkan pihak kampus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah pada Januari 2026.

Sementara itu, sebanyak 2.173 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu masuk dalam daftar tunggu pencairan.

Data penerima dari perguruan tinggi lainnya masih dalam proses validasi dan rekapitulasi.

Program pendidikan Pemprov Sulawesi Tengah tidak hanya menyasar mahasiswa.

Pemerintah daerah juga memberikan bantuan melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi siswa SMA, SMK, dan SLB, baik sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah Firmanza DP mengatakan BOSDA diberikan tanpa menggunakan kategori desil.

“Kalau BOSDA itu untuk seluruh sekolah negeri dan swasta di Sulteng, ada sekitar 453 sekolah. Tidak menggunakan desil,” kata Firmanza.

Selain itu, pemerintah provinsi memberikan bantuan bagi siswa kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta, termasuk bantuan seragam sekolah.

Untuk siswa SMK, bantuan juga mencakup biaya praktik kerja industri (prakerin) dan uji kompetensi.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus pemerintahannya.

“Biarlah saya tidak populer dalam pembangunan, tetapi yang pasti saya ingin membangun sumber daya manusia, anak-anak Sulteng dengan memberikan biaya pendidikan,” ujar Anwar.

Menurut dia, Program Berani Cerdas merupakan bagian dari sembilan program prioritas pemerintahannya. Pelaksanaannya mendapat dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Tengah.

Selain Berani Cerdas, Pemprov Sulawesi Tengah juga menjalankan Program Berani Sehat untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.

Program tersebut mendapat respons positif dari sejumlah orang tua mahasiswa. Jemmy, salah seorang orang tua siswa asal Kabupaten Banggai, menilai bantuan biaya pendidikan meringankan beban keluarga.

“Program Berani Cerdas ini sangat membantu para orang tua siswa dan mahasiswa yang ekonominya kurang mampu,” kata Jemmy, Kamis (3/9/2026).

Ia berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikannya.

Menurut dia, bantuan pendidikan juga menjadi peluang bagi anak-anak Sulawesi Tengah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tanpa terbebani biaya kuliah.

Dengan perluasan cakupan program pada 2026, Pemprov Sulawesi Tengah menargetkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap pendidikan dan layanan dasar.