GENOA, NARASITA – Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, kembali menghadapi sorotan tajam setelah tim asuhannya menelan tiga kekalahan beruntun di awal musim Serie A 2026/27. Situasi ini membuat posisi De Rossi terancam dan spekulasi pemecatan dini mencuat di media Italia.
Genoa, yang bermain di bawah arahan mantan kapten AS Roma ini, belum mampu meraih satu pun poin dari tiga pertandingan perdana. Catatan ini menempatkan Genoa CFC di dasar klasemen sementara Serie A, tanpa kemenangan dan hanya mampu mencetak dua gol berbanding tujuh kali kebobolan.
Performa buruk Genoa memicu kekhawatiran, mengingat sejarah karier kepelatihan De Rossi yang kerap diwarnai pemecatan. Sebelumnya, ia sempat dipecat dari SPAL pada tahun 2022 dan juga mengalami periode singkat yang tidak memuaskan di AS Roma pada musim 2023–2024. Kini, De Rossi terancam mengulang nasib serupa di klub barunya.
Media-media besar Italia, seperti Corriere dello Sport dan Il Messaggero, telah menyoroti situasi genting yang dihadapi Daniele De Rossi. Corriere dello Sport menulis, “De Rossi menghadapi ujian terberat dalam karier kepelatihannya.” Sementara itu, Il Messaggero menyoroti minimnya progres dalam gaya permainan Genoa sejak ditangani oleh De Rossi terancam pemecatan ini.
Kekalahan beruntun tersebut bukan hanya membuat De Rossi terancam, tetapi juga menimbulkan tekanan besar dari para penggemar. Minimnya kreativitas taktik dan ketidakmampuan tim untuk bersaing di lapangan menjadi alasan utama kekecewaan yang meluas.
“Kami harus segera berbenah. Saya tahu tekanan ini, tetapi saya percaya pada pemain dan proyek Genoa,” kata Daniele De Rossi, pasca laga ketiga.
Ucapan De Rossi tersebut menunjukkan ia menyadari beratnya beban yang dipikulnya. Namun, tanpa perbaikan signifikan dalam waktu dekat, masa depan mantan gelandang tim nasional Italia itu sebagai pelatih Genoa bisa jadi tidak akan berlangsung lama. Situasi ini mengindikasikan bahwa De Rossi terancam kehilangan pekerjaannya untuk ketiga kalinya dalam karier kepelatihan singkatnya.





