ROMA, NARASITA – Kehilangan bek kanan Mehmet Zeki Çelik pada awal musim Serie A 2026/27 ternyata membuka jalan bagi kelahiran bintang baru. Sosok Emanuele Lulli, talenta muda dari akademi AS Roma, kini menjadi sorotan setelah tampil gemilang di dua laga pembuka. Pemain berusia 19 tahun ini membuktikan diri bahwa akademi ‘Serigala Ibu Kota’ masih mampu melahirkan pemain-pemain berbakat untuk tim utama.

Emanuele Lulli mendapatkan kesempatan emas setelah Ricky Massara, mantan Direktur Olahraga Roma, memutuskan untuk mempromosikannya. Kepergian Çelik memberikan ruang yang signifikan bagi Lulli untuk unjuk gigi di posisi bek kanan. Ini adalah strategi regenerasi yang diterapkan klub untuk memberikan kepercayaan kepada produk akademi sendiri.

Lulli, yang lahir pada 17 Agustus 2007 di Palestrina, berposisi sebagai bek kanan atau wingback dengan tinggi 184 cm. Ia dipercaya mengenakan nomor punggung 77. Dalam dua pertandingan penuh (180 menit) di Serie A melawan Fiorentina dan Genoa, Emanuele Lulli menunjukkan statistik yang menjanjikan. Ia mencatatkan akurasi umpan 90%, dengan 10 tekel sukses, dan rating rata-rata 7,05.

Gian Piero Gasperini, pelatih Roma, tidak ragu memberikan pujian atas performa anak asuhnya tersebut. Kesempatan bermain penuh selama 90 menit di dua laga perdana Serie A ini membuktikan kepercayaan penuh dari staf kepelatihan terhadap Emanuele Lulli.

“Lulli berani, agresif, dan bekerja keras. Ia layak mendapat kesempatan,” kata Gian Piero Gasperini.

Dukungan juga datang deras dari para penggemar, Romanisti, yang melihat Emanuele Lulli sebagai simbol harapan baru. Mereka merespons positif atas keberanian klub memberi panggung bagi talenta lokal. Terbukti, dari sebuah kehilangan, bisa lahir berkah dan harapan baru bagi masa depan Giallorossi.

“Dari kehilangan lahir harapan baru. Trigoria adalah rumahmu, Roma adalah keluargamu,” seru para Romanisti.

Penampilan Emanuele Lulli ini menunjukkan bahwa investasi pada akademi dapat membuahkan hasil. Roma berhasil membuktikan bahwa talenta muda, khususnya Emanuele Lulli, mampu mengisi kekosongan dan bahkan melebihi ekspektasi di panggung sebesar Serie A.