PARIGI MOUTONG, NARASITA – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama bagi personel Bhabinkamtibmas Polres Parigi Moutong pada 22/09 di Aula Pesat Gatra Polres Parigi Moutong. Kegiatan ini bertujuan membekali Bhabinkamtibmas dengan pemahaman toleransi yang kuat dan moderat.

Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama ini merupakan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara Polda Sulteng dan FKUB Sulteng. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah dan Parigi Moutong.

Dirbinmas Polda Sulteng, Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly, dalam sambutannya menekankan peran strategis personel Bhabinkamtibmas. “Personel Bhabinkamtibmas memiliki peran penting dan strategis karena berada di tengah-tengah masyarakat. Sebagai ujung tombak Polri, Bhabinkamtibmas bersentuhan langsung dengan masyarakat yang memiliki keragaman suku, ras, bahasa dan agama di desa dan kelurahan binaannya,” kata Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly.

Melalui sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama ini, diharapkan para personel Bhabinkamtibmas dapat memberikan penyuluhan dan edukasi. Mereka diharapkan menjadi mediator, agen perdamaian, serta pilar dalam merawat harmoni, dan aktif menangkal paham radikalisme.

Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., menjelaskan bahwa Bhabinkamtibmas merupakan figur ideal untuk menanamkan nilai-nilai toleransi. “Dengan adanya penguatan moderasi beragama kepada Bhabinkamtibmas ini, diharapkan juga dapat melakukan sosialisasi di masyarakat,” jelas Guru Besar Pemikiran Islam Kontemporer tersebut.

Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag. menambahkan, “Sehingga Bhabinkamtibmas bisa menjadi ujung tombak dalam menyuarakan moderasi beragama.” Ia menegaskan esensi moderasi beragama adalah memberi pemahaman bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh memicu perselisihan maupun pertikaian. “Jika pemahaman seperti ini dipahami masyarakat secara baik, saya kira harapan kita semua suatu saat nanti Sulawesi Tengah betul-betul jadi daerah yang damai, aman dan sejahtera,” tuturnya.

Prof. Zainal Abidin juga menjelaskan bahwa moderasi beragama berada pada ranah sosiologis. Yaitu bagaimana mempraktikkan cara beragama yang bijaksana, damai, toleran, dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sosial bermasyarakat tanpa harus mengorbankan keyakinan masing-masing. Hal ini menjadi kunci sukses dalam implementasi Penguatan Moderasi Beragama.

Kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama bagi Bhabinkamtibmas di Polres Parigi Moutong juga dihadiri Kepala Kesbangpol Sulteng, Dr. Rachman Ansyari, M.Pd. Ia bertindak sebagai narasumber yang menyampaikan materi tentang 4 pilar kebangsaan.

Turut hadir dalam acara ini pengurus FKUB Provinsi Sulteng dan Parigi Moutong, Badan Kesbangpol Kabupaten Parigi Moutong. Selain itu hadir juga Wakapolres Parigi Moutong mewakili Kapolres Parigi Moutong serta pejabat teras Ditbinmas Polda Sulteng dan Polres Parigi Moutong.