PARIGI MOUTONG, NARASITA – Satu unit rumah warga terbakar hebat di Dusun II, Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, pada Minggu (27/09). Kebakaran yang menimpa kediaman Abdul Muis (41) sekitar pukul 09.00 WITA tersebut tidak menimbulkan korban jiwa berkat kesigapan pemilik rumah dan warga sekitar. Insiden ini menyebabkan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah.
Awalnya, Abdul Muis yang sedang membuat bumbu di dapur melihat asap memenuhi rumahnya. Ia sempat menduga asap berasal dari tetangga yang sedang membakar ikan.
Namun, tak lama kemudian, Abdul Muis melihat kobaran api sudah menjalar di bagian atap rumah. Dengan cepat, ia segera menyelamatkan anak-anaknya keluar dari rumah.
Sayangnya, dalam situasi panik tersebut, Abdul Muis tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah yang ikut hangus dilalap api. Akibat insiden rumah warga terbakar ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp42 juta.
Teriakan minta tolong Abdul Muis segera mengundang perhatian warga sekitar. Sukardi (46), tetangga korban, bersama warga lainnya bahu-membahu memadamkan api yang melalap rumah warga terbakar tersebut. Berkat respons cepat warga, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WITA.
Kapolsek Ampibabo, IPTU Ansaruddin, menyatakan pihaknya telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan. Polisi juga memastikan situasi pascakebakaran aman dan kondusif.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Korban bersama anak-anaknya berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Kami telah melakukan pengecekan awal dan mengumpulkan keterangan dari korban maupun masyarakat sekitar,” kata IPTU Ansaruddin.
Dugaan awal penyebab kebakaran berkaitan dengan korsleting arus listrik pada instalasi rumah korban. Namun, Kapolsek menegaskan bahwa dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti rumah warga terbakar.
“Untuk penyebab kebakaran, sementara masih diduga akibat korsleting arus listrik. Namun kami tidak ingin berspekulasi. Penyebab pastinya perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar sesuai fakta,” jelasnya.
IPTU Ansaruddin juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan instalasi dan peralatan listrik di rumah. Ia menekankan pentingnya memeriksa kondisi kabel, stop kontak, dan peralatan listrik secara berkala.
“Jangan menggunakan instalasi listrik yang sudah rusak atau tidak layak. Selain itu, kompor, tungku maupun sumber api lainnya jangan ditinggalkan dalam keadaan menyala tanpa pengawasan,” imbau Kapolsek.
Kewaspadaan ini menjadi semakin krusial di kawasan permukiman karena kebakaran pada satu bangunan dapat dengan cepat menyebar ke rumah-rumah sekitarnya jika tidak segera ditangani. Polsek Ampibabo juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk penanganan pascakebakaran, termasuk pendataan dampak serta kemungkinan dukungan bagi korban terdampak rumah warga terbakar.
Kapolsek juga meminta masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi mengenai penyebab kebakaran sebelum ada kepastian dari hasil pemeriksaan resmi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila mengetahui adanya kejadian kebakaran atau kondisi yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” pungkasnya.
Pasca kejadian rumah warga terbakar, situasi di sekitar lokasi terpantau aman dan kondusif. Personel kepolisian tetap melakukan pemantauan sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kamtibmas maupun risiko keselamatan dari sisa bangunan yang terbakar.





