NYON, NARASITA – Undian resmi Europa League 2026/27 menempatkan klub raksasa Italia, Juventus, dalam satu grup bersama enam klub berbeda dari sejumlah negara Eropa. Pengundian ini dilangsungkan di markas UEFA di Nyon, Swiss, pada Jumat, 28 Agustus 2026, menandai dimulainya kompetisi dengan format baru.
Juventus Europa League 2026 akan diuji dengan menghadapi Stade Rennais dari Prancis, Ferencváros dari Hungaria, Omonia Nicosia dari Siprus, AZ Alkmaar serta NEC Nijmegen dari Belanda, dan Hapoel Beer-Sheva dari Israel. Ini menjadi tantangan menarik bagi tim asuhan Luciano Spalletti.
Dalam kompetisi Europa League 2026/27 ini, Juventus dianggap sebagai salah satu favorit untuk lolos langsung ke babak selanjutnya. Namun, konsistensi skuad, terutama di lini depan pasca cedera Yildiz dan spekulasi transfer, akan menjadi kunci performa Juventus Europa League 2026.
Stade Rennais, klub Ligue 1 dengan reputasi kuat dalam pengembangan pemain muda, diprediksi akan menjadi lawan tangguh. Begitu juga AZ Alkmaar dari Eredivisie yang dikenal dengan gaya menyerang dan sering melahirkan talenta muda. Kedua tim ini berpotensi memberikan perlawanan serius bagi Juventus Europa League 2026.
Klub-klub lain seperti Ferencváros, Omonia Nicosia, NEC Nijmegen, dan Hapoel Beer-Sheva, meskipun secara reputasi di bawah Juventus, tidak bisa diremehkan. Mereka dikenal memiliki basis penggemar fanatik atau tangguh di kandang, yang bisa menghadirkan kejutan di Europa League 2026.
“Juventus akan menghadapi lawan dari Prancis, Hungaria, Siprus, Belanda, dan Israel dalam fase grup Europa League 2026/27,” kata perwakilan UEFA.
Manajer Juventus, Luciano Spalletti, diharapkan dapat fokus pada regenerasi skuad dan memastikan timnya siap menghadapi dinamika kompetisi yang baru ini. Keikutsertaan Juventus di Europa League 2026 dengan format baru ini memicu antusiasme tinggi di kalangan penggemar sepak bola Eropa.





