Daerah

Pekerja Gen Z Mendominasi PT IMIP Dengan Persentase Capai 60 Persen

Pekerja Gen Z mendominasi kawasan PT IMIP Morowali dengan persentase mencapai 60 persen dari total ratusan ribu karyawan yang terserap.

Pekerja Gen Z
Pekerja Gen Z mendominasi kawasan PT IMIP Morowali dengan persentase mencapai 60 persen dari total ratusan ribu karyawan yang terserap.

MOROWALI, NARASITA – Sebanyak 61.169 orang atau 60,06 persen dari total karyawan yang bekerja di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) merupakan generasi Z yang lahir pada rentang tahun 1997 hingga 2012.

Berdasarkan rekapitulasi data ketenagakerjaan dari departemen sumber daya manusia PT Indonesia Morowali Industrial Park per 24 Oktober 2026, total keseluruhan karyawan di kawasan industri tersebut mencapai 101.846 orang.

Dari jumlah total keseluruhan karyawan tersebut, kelompok generasi milenial yang berusia 30 hingga 45 tahun tercatat sebanyak 38.750 pekerja atau 38,05 persen. Sementara itu, kelompok generasi X ke atas dengan usia di atas 46 tahun berjumlah 1.927 pekerja atau 1,2 persen.

Dominasi pekerja Gen Z tersebut mencerminkan besarnya keterlibatan kelompok usia muda dalam berbagai kegiatan industri pengolahan mineral. Keterlibatan ini mencakup seluruh lini mulai dari operasional produksi hingga berbagai fungsi pendukung yang ada di dalam kawasan.

“Dominasi ini sekaligus memperlihatkan sektor industri dapat menjadi salah satu jalur dalam memperoleh pengalaman profesional dan mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujar Media Department Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, Kamis (05/11).

Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, sebagian besar pekerja di kawasan tersebut merupakan lulusan SMA atau SMK yang mencakup 65.965 pekerja atau 64,77 persen. Lulusan tingkat sarjana atau S1 tercatat sebanyak 28.623 pekerja atau 28,10 persen.

Selain itu, terdapat pekerja dengan latar belakang pendidikan diploma sebanyak 4.766 orang atau 4,68 persen. Sementara kelompok pekerja dengan jenjang pendidikan sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama, hingga pascasarjana berjumlah 2.492 orang atau 2,45 persen.

“Bagi generasi muda, peluang bekerja di sektor industri tak hanya berkaitan dengan memperoleh penghasilan, tetapi juga ruang untuk membangun disiplin dan memahami standar keselamatan kerja,” tambah Dedy Kurniawan.

Perkembangan teknologi dan proses industri modern menuntut setiap pekerja untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan kemauan belajar yang tinggi. Pendidikan vokasi serta pengalaman praktik di lapangan menjadi bekal penting untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.

“Ke depan, tantangan yang perlu dijawab bukan hanya memperluas kesempatan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja muda memiliki kompetensi memadai dan berada pada lingkungan kerja yang aman,” tutup Dedy Kurniawan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *