PALU, NARASITA – Aktivitas penerbangan di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu menunjukkan dinamika menarik sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026 berdasarkan data resmi pengelola bandara. Pergerakan penumpang di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri tercatat mengalami penurunan sebesar 5,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selama sepuluh bulan pertama tahun 2026, total pergerakan penumpang di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri mencapai 625.743 orang. Angka tersebut terdiri atas 311.928 penumpang datang dan 313.815 penumpang berangkat yang tersebar di berbagai rute penerbangan.
Sebagai perbandingan, pada periode Januari hingga Oktober 2025, jumlah penumpang di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri tercatat sebanyak 658.968 orang. Penurunan ini menunjukkan bahwa permintaan perjalanan masyarakat masih menghadapi tantangan meskipun frekuensi penerbangan meningkat.
Secara rinci, penurunan terjadi pada kedua arah perjalanan dengan penurunan penumpang datang sebesar 5,30 persen dan penumpang berangkat sebesar 4,78 persen. Komposisi arus kedatangan dan keberangkatan di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri terpelihara dalam kondisi yang relatif seimbang.
Puncak pergerakan penumpang tertinggi di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri terjadi pada bulan Maret 2026 dengan total 84.335 orang. Lonjakan tersebut didorong oleh momentum libur panjang Hari Raya Idulfitri dan Hari Suci Nyepi.
Berbeda dengan tren penumpang, jumlah pergerakan pesawat di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri justru mencatat kenaikan sebesar 2,00 persen menjadi 6.770 pergerakan. Kondisi ini mengindikasikan penurunan produktivitas jumlah penumpang per pergerakan pesawat dibanding tahun 2025.
Rute Palu menuju Makassar dan Jakarta masih menjadi tulang punggung utama dengan menyumbang sekitar 81,1 persen dari keseluruhan pergerakan penumpang. Di sisi lain, rute internasional baru Palu menuju Guangzhou menunjukkan pertumbuhan positif sejak beroperasi pada Agustus 2026.
Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru, Kementerian Perhubungan bersama pengelola bandara mulai menyiapkan berbagai langkah pengamanan dan fasilitas pelayanan. Penyiapan posko terpadu serta optimalisasi personel operasional dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang pada akhir tahun.
“Penyelenggaraan angkutan akhir tahun memerlukan kesiapan fasilitas terminal, personel operasional, serta koordinasi lintas instansi agar pelayanan berjalan lancar,” kata Winariyanto, Kasi Teknik dan Operasi Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu.








