PALU, NARASITA – Persoalan drainase, akses jalan, hingga bantuan pengembangan usaha menjadi sejumlah aspirasi utama yang disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Kota Palu, Ratna Mayasari Agan, SE, dalam kegiatan Reses Terakhir Caturwulan IV Masa Persidangan Tahun 2026. Kegiatan reses yang berlangsung di Jalan DR. Abdurrahman Saleh Nomor 230, Kelurahan Birobuli Utara, Kota Palu, pada 05/11 tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Dalam pertemuan itu, persoalan drainase menjadi salah satu perhatian utama warga yang berharap pemerintah dapat melakukan pembenahan saluran air agar tidak lagi menimbulkan genangan yang berpotensi merusak badan jalan. Menanggapi aspirasi tersebut, Ratna mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalan harus dibarengi dengan sistem drainase yang baik agar perbaikan jalan tidak sia-sia.
“Jangan sampai jalannya sudah diperbaiki, tetapi drainasenya tidak diperhatikan. Ketika hujan turun, air justru menggenang dan akhirnya jalan kembali rusak. Jadi, drainasenya harus dibenahi lebih dulu supaya pembangunan jalan bisa bertahan lama,” kata Ratna Mayasari Agan, Anggota DPRD Kota Palu.
Selain drainase, warga juga menyampaikan usulan pembukaan akses jalan yang menghubungkan Jalan Mataram dengan Jalan Mangkala II guna mempermudah mobilitas masyarakat sehari-hari. Selama ini, warga harus menempuh jalur yang lebih jauh untuk menuju sejumlah kawasan, termasuk ketika hendak bepergian ke Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu.
Ratna menyebut usulan itu menjadi salah satu aspirasi yang akan diperjuangkannya agar dapat masuk dalam program pembangunan tahun 2027 mendatang. Namun, ia menjelaskan bahwa realisasi rencana tersebut perlu didukung penyelesaian administrasi, terutama terkait status dan penyerahan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan.
“Ini menjadi salah satu perhatian saya karena menyangkut kebutuhan akses masyarakat. Selama ini, kalau ingin menuju bandara, warga harus memutar cukup jauh. Kita akan upayakan agar usulan ini bisa masuk dalam program 2027. Hanya saja, administrasi dan penyerahan lahannya harus diselesaikan terlebih dahulu melalui pihak kelurahan,” ujarnya
Di luar persoalan infrastruktur, aspirasi mengenai bantuan usaha juga turut disampaikan masyarakat agar pemerintah memberikan dukungan bagi pelaku usaha perorangan maupun kelompok. Ratna mengatakan bahwa penguatan ekonomi masyarakat perlu mendapat perhatian karena usaha kecil memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ia berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan usaha yang sudah berkembang, tetapi juga memberikan kesempatan dan dukungan kepada masyarakat yang baru merintis usaha kecil dan menengah.
“Harapan saya, masyarakat Kota Palu bisa semakin mandiri secara ekonomi. Pemerintah perlu hadir memberikan dukungan kepada pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah sampai usaha yang sudah berkembang menjadi industri. Jangan sampai masyarakat punya kemauan untuk mengembangkan usahanya, tetapi terkendala karena kurangnya dukungan,” ungkapnya.
Ratna menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan meski pembahasan anggaran tahun berjalan telah selesai, ia memastikan aspirasi yang belum terealisasi akan dibawa dalam pembahasan program berikutnya.
“Memang untuk anggaran tahun ini pembahasannya sudah selesai. Namun, bukan berarti aspirasi masyarakat berhenti sampai disini. Usulan-usulan ini akan kita catat dan perjuangkan untuk program tahun berikutnya. Tugas saya sebagai wakil rakyat adalah menyampaikan dan mengawal apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” Tutup Ratna Mayasari Agan.
Kegiatan Reses Ini di Kordinator oleh Mamnun Aulia Rahman serta Bayu Febrianto beserta dua pendamping Mulyadin dan Yelli Saroneva Selling.ist







