Berita

Sambut HKN ke-62, BKK Kelas II Palu Wilker Pantoloan Sasar 50 Penumpang dan Petugas Pelabuhan Lewat CKG

BKK Kelas II Palu Wilker Pantoloan gelar Cek Kesehatan Gratis bagi 50 penumpang dan petugas di Pelabuhan Pantoloan dalam rangka HKN ke-62.

Cek Kesehatan Gratis
BKK Kelas II Palu Wilker Pantoloan Gelar Cek Kesehatan Gratis di Pelabuhan Pantoloan Foto:ist

Palu, NARASITA – Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Palu melalui Wilayah Kerja Pantoloan mengadakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis bagi lima puluh orang di Pelabuhan Pantoloan pada 07/11 dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-62. Aksi layanan medis ini menyasar para calon penumpang kapal KM Lambelu serta petugas lintas sektor yang beraktivitas di kawasan pelabuhan dengan mobilitas tinggi tersebut.

Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis ini mendapat sambutan positif dan antusiasme tinggi dari para calon penumpang yang tengah menunggu jadwal kedatangan serta keberangkatan kapal. Sejumlah warga memanfaatkan momen tersebut untuk memeriksakan kondisi fisik mereka secara langsung tanpa dipungut biaya kepada petugas kesehatan yang bertugas di lokasi.

“Pemeriksaan kesehatan tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran dalam mencegah Penyakit Tidak Menular,” kata Ns. Cristian Lasani, S.Kep., selaku petugas kesehatan dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis.

Dalam kesempatan yang sama, ia memberikan edukasi penting mengenai pencegahan hipertensi, diabetes melitus, asam urat, serta kolesterol tinggi melalui penerapan pola hidup sehat sehari-hari. Hipertensi dapat dicegah dengan membatasi konsumsi garam, menjaga berat badan ideal, rutin beraktivitas fisik, dan memeriksa tekanan darah secara berkala.

Sementara itu, pencegahan diabetes melitus dapat dilakukan dengan mengurangi makanan serta minuman tinggi gula dan mengatur pola makan seimbang. Terkait asam urat dan kolesterol tinggi, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk membatasi makanan tinggi purin serta lemak jenuh serta memperbanyak asupan sayur dan buah.

Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit agar masyarakat segera mendapat rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan indikasi gangguan medis. Kegiatan promotif dan preventif ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian pelaku perjalanan terhadap kesehatan pribadi demi mewujudkan masyarakat yang lebih produktif.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *