Sulteng

Peletakan Batu Pertama Sekolah Rakyat, Anwar Hafid Bidik Generasi Emas 2045

Gubernur Anwar Hafid yakin Sekolah Rakyat melahirkan Tadulako masa depan untuk memutus rantai kemiskinan di Sulawesi Tengah.

Sekolah Rakyat
Foto:Adpim Provinsi Sulteng

PALU, NARASITA – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meyakini kehadiran Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 20 Tadulako Nambaso akan menjadi kawah candradimuka untuk melahirkan pemimpin-pemimpin besar daerah di masa depan. Keyakinan tersebut disampaikannya pada kegiatan syukuran peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Tadulako Nambaso, Minggu (08/11).

Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memastikan tidak ada lagi anak di daerah ini yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena terkendala oleh faktor ekonomi keluarga. Kehadiran fasilitas pendidikan ini sekaligus menjadi perwujudan nyata dari cita-cita besar Sulteng Nambaso yang inklusif.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menginisiasi program Sekolah Rakyat sebagai strategi utama dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan yang berkualitas.

“Jangan pernah berpikir karena berasal dari keluarga tidak mampu, kalian tidak bisa menjadi orang hebat,” kata Gubernur Anwar Hafid saat memberikan semangat kepada para siswa yang hadir.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa model serta kurikulum yang diterapkan di Sekolah Rakyat dirancang secara khusus untuk membekali para siswa dalam menyongsong generasi emas 2045 demi kemajuan daerah.

“Gedung yang kita bangun ini suatu saat bisa rusak, tetapi ilmu yang dibangun di dalam gedung ini tidak akan pernah mati,” ucapnya menegaskan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyiapkan dukungan lanjutan melalui program beasiswa kuliah BERANI Cerdas untuk membiayai para lulusan Sekolah Rakyat agar bisa melanjutkan pendidikan tinggi di universitas terbaik.

“Kalau perlu sampai ke luar negeri, saya biayai. Kita ingin Sulawesi Tengah maju dengan ilmu,” tandasnya.

Selain itu, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para siswa Sekolah Rakyat yang memiliki cita-cita menjadi dokter agar mendapatkan bimbingan intensif guna mendukung program BERANI Sehat.

Acara peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, DPRD Sulteng, serta sejumlah kepala perangkat daerah dan mitra terkait.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *