PALU, NARASITA – Kebutuhan penerangan jalan menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Palu, Anna Fatima Zukhra, di Jalan Baitul Makmur, Tanggul Selatan, Kelurahan Birobuli Utara, pada 07/11/2026.
Kegiatan tersebut sekaligus menandai hari terakhir dari rangkaian agenda penjaringan aspirasi masyarakat Caturwulan III Tahun 2026 yang berlangsung selama enam hari. Sebagian besar warga mengungkapkan persoalan minimnya penerangan, terutama di sejumlah jalan dan lorong permukiman yang masih gelap gulita pada malam hari.
Menurut Anna Fatima Zukhra, persoalan penerangan jalan sebenarnya telah menjadi perhatian serius dan masuk dalam daftar prioritas kerjanya untuk tahun 2027 mendatang. Bahkan, sejak Juni 2026, ia telah meminta dilakukan penelusuran lapangan terhadap sejumlah ruas jalan untuk mengidentifikasi titik yang membutuhkan perbaikan maupun pemasangan lampu baru.
Penelusuran tersebut mencakup beberapa kawasan strategis di kota ini, mulai dari Jalan Basuki Rahmat, Kijang, Zebra, Ramba, hingga kawasan Petobo. Identifikasi ini dilakukan agar penanganan fasilitas umum tersebut bisa tepat sasaran demi meningkatkan kenyamanan warga.
“Dari hasil penelusuran, masih banyak lampu jalan yang perlu dipasang ulang dan ada juga titik yang membutuhkan pemasangan lampu baru,” kata Anna Fatima Zukhra, Anggota DPRD Kota Palu.
Ia menjelaskan, persoalan penerangan jalan menjadi fokus utama karena berkaitan langsung dengan kenyamanan serta keamanan masyarakat, khususnya bagi warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah pada malam hari. Di sisi lain, usulan terkait pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM tidak terlalu dominan dalam pertemuan kali ini.
Selain masalah penerangan jalan, ketersediaan gas elpiji juga sempat disuarakan oleh warga yang hadir dalam kegiatan tatap muka tersebut. Menanggapi hal itu, Anna Fatima Zukhra mengungkapkan bahwa persoalan distribusi gas sebenarnya pernah menjadi aspirasi serupa dalam reses sebelumnya pada Februari 2026.
Salah satu solusi konkret yang dapat ditempuh adalah mendorong penambahan pangkalan gas elpiji agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan rumah tangga tersebut. Kebetulan ada rekan yang menawarkan diri untuk membuka pangkalan baru, dan ia langsung menghubungi pihak terkait untuk menindaklanjuti peluang tersebut.
“Kebetulan ada rekan yang menawarkan untuk membuka pangkalan. Saya langsung menghubungi pihak terkait untuk menindaklanjuti kemungkinan tersebut,” ujar Anna Fatima Zukhra, Anggota DPRD Kota Palu.
Ia berharap berbagai masukan dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat selama enam hari pelaksanaan reses dapat menjadi bahan perjuangan serta pembahasan yang sesuai dengan kewenangan lembaga legislatif. Baginya, kegiatan reses bukan sekadar agenda rutin kedewanan, melainkan momentum penting untuk mendengar langsung persoalan warga sekaligus memastikan kebutuhan tersebut masuk dalam perhatian pemerintah daerah.








